Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) Sumatera Utara yang akan datang memiliki peran yang jauh lebih signifikan daripada sekadar Kompetisi Regional Aceh biasa. Bagi Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Kabupaten Labuhanbatu, Pomprov ini dipandang sebagai Wadah Penjaringan Atlet yang prospektif untuk dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON 2028). Dengan visi jangka panjang ini, BAPOMI Labuhanbatu bertekad memanfaatkan Pomprov Sumatera Utara sebagai etalase bakat terbaik mahasiswa yang layak dipertimbangkan untuk memperkuat kontingen Sumatera Utara di ajang PON 2028.
Strategi BAPOMI Labuhanbatu dalam Pomprov Sumatera Utara kali ini difokuskan pada identifikasi early talent dari kalangan mahasiswa. Meskipun atlet mahasiswa seringkali diprioritaskan untuk POMNAS, potensi mereka yang masih muda dan memiliki semangat kompetisi tinggi sangat ideal untuk pembinaan jangka panjang menuju PON 2028. Oleh karena itu, BAPOMI Labuhanbatu bekerjasama erat dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat dan tim pemantau bakat provinsi untuk memastikan bahwa setiap atlet mahasiswa yang tampil menonjol di Pomprov tercatat dan dipantau perkembangannya.
Kepala BAPOMI Labuhanbatu mengungkapkan bahwa Wadah Penjaringan Atlet ini akan memberikan kesempatan emas bagi atlet mahasiswa untuk mendapatkan pembinaan yang lebih intensif dan profesional. BAPOMI akan merekomendasikan atlet berprestasi di Pomprov untuk dimasukkan ke dalam program training center (TC) daerah atau provinsi. Langkah ini krusial untuk mengisi regenerasi atlet Sumut, mengingat PON 2028 akan menjadi titik balik bagi banyak atlet senior. Labuhanbatu berambisi menjadi penyumbang atlet terbanyak dari kalangan mahasiswa untuk PON 2028.
Untuk mendukung peran Labuhanbatu sebagai Wadah Penjaringan Atlet, BAPOMI setempat telah meningkatkan kualitas Seleksi Atlet dan program latihan internal. Mereka fokus pada cabor-cabor unggulan yang memiliki peluang besar di PON 2028, seperti atletik, renang, dan Pencak Silat. Selain itu, aspek sport science juga mulai diterapkan dalam proses latihan, memastikan bahwa perkembangan atlet dapat diukur secara objektif dan ilmiah.