Kegiatan Sosialisasi Kode Etik ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman bahwa kemenangan yang diraih dengan cara tidak jujur adalah sebuah kegagalan moral yang besar. BAPOMI Labuhanbatu menekankan bahwa setiap individu yang terlibat dalam ekosistem olahraga mahasiswa harus menjadi teladan bagi masyarakat luas. Kode etik yang disosialisasikan mencakup aturan perilaku di dalam lapangan, sikap saat menghadapi kekalahan, hingga tanggung jawab sosial sebagai seorang atlet mahasiswa. Dengan memahami batasan-batasan tersebut, diharapkan tercipta lingkungan kompetisi yang sehat dan bermartabat di wilayah Labuhanbatu.
Pentingnya menjaga Integritas juga berkaitan erat dengan kredibilitas organisasi di mata para donatur dan masyarakat. Sebuah organisasi olahraga yang dikenal bersih dan disiplin akan lebih mudah mendapatkan dukungan materiil maupun moril. BAPOMI Labuhanbatu menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk pelanggaran etika, termasuk perilaku tidak sopan terhadap wasit atau lawan bertanding. Sanksi tegas telah disiapkan bagi mereka yang terbukti melanggar aturan main tersebut. Hal ini dilakukan bukan untuk mengekang kreativitas atlet, melainkan untuk menjaga marwah olahraga sebagai sarana pembentukan karakter yang luhur.
Langkah BAPOMI dalam menggandeng pakar hukum olahraga dan psikolog dalam sosialisasi ini menunjukkan keseriusan mereka. Peserta diberikan simulasi mengenai bagaimana menghadapi dilema etika saat bertanding. Misalnya, bagaimana tetap bersikap jujur saat keputusan wasit terlihat merugikan, atau bagaimana menolak ajakan untuk melakukan tindakan tidak sportif demi kemenangan instan. Pemahaman psikologis ini sangat penting karena tekanan dalam pertandingan sering kali membuat seseorang kehilangan kendali diri. Dengan pembekalan etika, atlet mahasiswa diharapkan memiliki benteng mental yang kuat.
Selain itu, kode etik ini juga mengatur hubungan antara pelatih dan atlet. Hubungan yang profesional harus tetap terjaga tanpa adanya unsur intimidasi atau penyalahgunaan kekuasaan. BAPOMI Labuhanbatu ingin memastikan bahwa lingkungan latihan di setiap kampus adalah tempat yang aman dan nyaman bagi pertumbuhan bakat mahasiswa. Transparansi dalam proses seleksi atlet juga masuk dalam poin Kode Etik yang dibahas, guna memastikan bahwa setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi berdasarkan kemampuan masing-masing, bukan karena faktor subjektivitas pengurus.