Pihak organisasi secara khusus mulai memantau dan awasi penggunaan berbagai produk peningkat performa yang beredar luas di pasar gelap maupun platform digital. Pengawasan ini bukan bertujuan untuk membatasi konsumsi suplemen kesehatan yang sah, melainkan untuk memberikan proteksi terhadap zat-zat terlarang yang mengandung bahan kimia berbahaya. Mahasiswa, sebagai kelompok yang dinamis dan terkadang mudah terpengaruh tren, menjadi target utama dari peredaran produk-produk tersebut. Tanpa pengetahuan yang cukup, mereka berisiko mengonsumsi zat yang dapat merusak sistem metabolisme tubuh secara permanen.
Isu mengenai suplemen ilegal menjadi sangat krusial karena sering kali produk-produk ini tidak mencantumkan komposisi secara transparan. Beberapa kandungan tersembunyi seperti steroid anabolik, stimulan dosis tinggi, atau bahan kimia sintetis lainnya dapat menyebabkan gangguan jantung, kerusakan hati, hingga gangguan hormonal. Di Labuhan Batu, sosialisasi mengenai bahaya ini dilakukan dengan menggandeng tenaga medis dan ahli gizi olahraga. Tujuannya agar mahasiswa memahami bahwa prestasi yang gemilang tidak seharusnya dibayar dengan harga yang sangat mahal, yaitu kesehatan nyawa mereka sendiri.
Dalam lingkungan awasi penggunaan mahasiswa, tekanan untuk selalu tampil prima sangatlah besar. Keinginan untuk melampaui batas kemampuan sering kali membutakan logika tentang keamanan produk kesehatan. Oleh karena itu, pengurus menekankan pentingnya konsultasi dengan pelatih atau tim medis sebelum memutuskan untuk mengonsumsi suplemen tambahan apa pun. Edukasi ini juga mencakup cara membaca label nutrisi dan mengenali logo sertifikasi dari badan pengawas obat dan makanan. Dengan literasi kesehatan yang baik, atlet diharapkan lebih bijak dalam memilih apa yang masuk ke dalam tubuh mereka.
Selain dampak kesehatan, aspek legalitas dan etika olahraga juga menjadi poin utama. Penggunaan zat terlarang atau doping dapat berakibat pada sanksi berat, mulai dari diskualifikasi, pencabutan medali, hingga larangan bertanding seumur hidup. Hal ini tentu akan menghancurkan karier atlet dan mencoreng nama baik universitas di Labuhan Batu. Organisasi ingin menanamkan prinsip bahwa kemenangan yang sejati adalah kemenangan yang diraih dengan kejujuran dan hasil dari latihan keras yang konsisten, bukan dari bantuan zat kimia sintetis yang merusak nilai sportivitas.