Dalam bola basket, dribbling yang mahir adalah fondasi yang membedakan pemain biasa dengan pemain elit. Seorang pemain yang benar-benar unggul harus memiliki kontrol bola sedemikian rupa sehingga mampu menggiring tanpa perlu melihat bola sama sekali. Panduan Dasar Dribbling ini bertujuan untuk mencapai kemampuan tersebut, serta menggunakan kedua tangan secara efektif, yang sangat penting untuk melindungi bola dan mengubah arah serangan. Panduan Dasar Dribbling adalah pintu gerbang menuju kebebasan taktis di lapangan. Menguasai Panduan Dasar Dribbling secara sempurna memungkinkan pemain untuk fokus pada gerakan lawan dan peluang passing.
Langkah pertama dalam Panduan Dasar Dribbling adalah posisi tubuh yang benar. Pemain harus berada dalam posisi rendah dan seimbang (athletic stance), lutut ditekuk, dan tubuh sedikit dicondongkan ke depan. Bola tidak didorong dengan telapak tangan, melainkan “ditekan” menggunakan jari-jari (finger pads) dan pergelangan tangan (wrist). Gerakan dorongan ini harus dilakukan ke bawah dan sedikit ke depan, dengan ketinggian pantulan bola setinggi pinggang atau di bawahnya, untuk kontrol maksimal. Lengan yang tidak menggiring harus digunakan sebagai pelindung (shield) untuk menghalangi upaya steal dari lawan.
Keterampilan menggiring dengan kedua tangan (ambidexterity) sangat krusial. Jika Anda hanya bisa menggiring dengan tangan kanan, pertahanan lawan akan dengan mudah memaksa Anda ke sisi kiri lapangan. Untuk melatih tangan yang kurang dominan, latihan dribbling statis adalah awal yang baik. Lakukan dribbling rendah dan tinggi secara bergantian dengan tangan non-dominan selama 15 menit setiap hari. Setelah mahir, integrasikan crossover (menggiring bola dari satu sisi tubuh ke sisi lain) dan behind-the-back dribble (menggiring di belakang punggung), yang wajib dikuasai untuk mengganti arah tanpa kehilangan pandangan terhadap lapangan.
Kunci untuk menggiring tanpa melihat adalah mengembangkan perasaan bola (feel for the ball) melalui repetisi intensif. Latihan harus dilakukan sambil melihat ke atas atau ke dinding. Misalnya, seorang pelatih di Akademi Bola Basket Kota Jakarta Pusat pada tanggal 29 Oktober 2025 mewajibkan setiap siswa melakukan dribbling di tempat (pound dribble) sambil menutup mata selama 60 detik penuh. Latihan ini membangun memori otot, sehingga tangan Anda tahu persis di mana bola berada tanpa perlu panduan visual. Kontrol bola yang kuat ini pada akhirnya memungkinkan Point Guard atau Shooting Guard untuk tetap fokus pada court vision (melihat posisi rekan setim dan lawan), yang merupakan ciri khas pemain profesional.