Kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat melalui latihan fisik kini semakin meningkat di berbagai lapisan masyarakat. Namun, salah satu hambatan utama bagi warga dalam memulai rutinitas olahraga beban adalah biaya keanggotaan pusat kebugaran atau gym yang seringkali cukup mahal bagi anggaran rumah tangga rata-rata. Menjawab tantangan tersebut, Bapomi Labuhan Batu menghadirkan inovasi fasilitas publik yang inklusif dengan konsep Gym Rakyat Labuhan Batu yang bisa diakses oleh siapa saja tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Proyek yang diberi nama “Gym Rakyat” ini memanfaatkan area terbuka hijau sebagai lokasi pusat aktivitas fisik warga. Bapomi melakukan pengadaan berbagai alat olahraga yang dirancang khusus untuk penggunaan luar ruangan (outdoor) agar tahan terhadap berbagai kondisi cuaca. Fasilitas ini mencakup perangkat untuk latihan kekuatan otot seperti bar pull-up, dip station, hingga alat latih beban tubuh yang ergonomis. Dengan menyediakan sarana profesional di ruang publik, Bapomi ingin mematahkan stigma bahwa latihan kebugaran hanya milik kalangan menengah ke atas yang mampu membayar fasilitas privat.
Penempatan fasilitas ini di taman kota Labuhan Batu sangatlah strategis. Taman yang biasanya hanya digunakan untuk bersantai atau sekadar duduk-duduk, kini bertransformasi menjadi area yang sangat produktif. Warga dari berbagai usia, mulai dari pelajar hingga pekerja, kini memiliki wadah untuk melatih fisik mereka dengan cara yang lebih serius dan terukur. Keberadaan alat beban ini diharapkan dapat menurunkan tingkat risiko penyakit tidak menular seperti obesitas dan diabetes di kalangan masyarakat lokal melalui aktivitas fisik yang rutin dan menyenangkan.
Bapomi Labuhan Batu tidak hanya memberikan fasilitas fisik, tetapi juga secara berkala menempatkan instruktur atau relawan mahasiswa olahraga untuk memberikan edukasi mengenai teknik latihan yang benar. Penggunaan alat yang salah dapat mengakibatkan cedera, oleh karena itu, panduan teknis yang terpampang di setiap alat serta pendampingan langsung menjadi kunci keberhasilan program ini. Fokus utamanya adalah mengajak masyarakat kembali bergerak dan menjadikan olahraga sebagai bagian dari rutinitas harian yang tidak memberatkan secara finansial.
Dampak sosial dari kehadiran gym terbuka ini sangat terasa. Taman kota kini menjadi lebih hidup dan menjadi pusat interaksi positif antarwarga. Para pemuda yang sebelumnya mungkin hanya menghabiskan waktu dengan hal-hal kurang produktif, kini memiliki tantangan baru untuk mengasah kekuatan fisik mereka di ruang terbuka. Langkah Bapomi ini merupakan bentuk nyata dari demokratisasi akses olahraga, di mana setiap individu memiliki hak yang sama untuk menjadi sehat dan bugar tanpa terkendala oleh status ekonomi.