Kabupaten Labuhanbatu sedang mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah ajang BAPOMI 2026 dengan visi yang sangat mendalam mengenai pelestarian sumber daya alam, khususnya Konservasi Air Sungai. Wilayah yang dialiri oleh sungai-sungai besar ini menyadari bahwa keberlanjutan hidup masyarakatnya sangat bergantung pada kualitas air yang terjaga. Oleh karena itu, ajang olahraga mahasiswa tahun 2026 ini digunakan sebagai platform untuk menobatkan para peserta dan atlet mahasiswa sebagai duta yang bertugas menyuarakan pentingnya penyelamatan ekosistem perairan. Ini adalah sebuah gerakan yang menggabungkan kekuatan fisik atlet dengan kekuatan intelektual mahasiswa untuk menjawab krisis pencemaran air.
Sungai di Labuhanbatu bukan sekadar pemandangan, melainkan jantung kehidupan ekonomi dan transportasi. Namun, polusi dan limbah sering kali menjadi ancaman serius bagi kejernihan aliran airnya. Melalui inisiatif ini, setiap cabang olahraga air yang diperlombakan, seperti dayung dan renang perairan terbuka, dijadikan sebagai ajang kampanye Konservasi Air Sungai yang nyata. Para atlet sebelum bertanding akan diberikan pembekalan mengenai hidrologi dan cara-cara menjaga kualitas air secara sederhana namun berdampak besar. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat sekitar mengenai bahaya membuang sampah dan limbah kimia ke dalam sungai.
Peran sebagai duta ini tidak hanya bersifat seremonial. Selama pekan olahraga berlangsung, para mahasiswa terlibat dalam kegiatan pemantauan kualitas air secara langsung menggunakan perangkat uji cepat di beberapa titik strategis sungai di Labuhanbatu. Data yang terkumpul kemudian dipetakan untuk menjadi bahan masukan bagi kebijakan pelestarian lingkungan daerah. Dengan melibatkan mahasiswa sebagai ujung tombak, BAPOMI ingin memastikan bahwa literasi mengenai air menjadi bagian dari jati diri seorang olahragawan. Prestasi di lapangan harus berjalan selaras dengan kepedulian terhadap kelangsungan sumber daya air yang menjadi tempat mereka mengasah kemampuan.
Edukasi mengenai air ini juga merambah ke sektor manajemen limbah fasilitas olahraga. Kompleks atletik di Labuhanbatu mulai menerapkan sistem pengolahan air limbah yang mandiri dan ramah lingkungan, memastikan tidak ada setetes pun air sisa yang mencemari lingkungan sekitar. Ini adalah bentuk praktik nyata dari apa yang dikampanyekan oleh para atlet mahasiswa tersebut. Melalui pendekatan “lead by example”, Labuhanbatu ingin menunjukkan bahwa fasilitas olahraga modern dapat dibangun dengan prinsip nihil pencemaran. Semangat ini diharapkan dapat menular ke berbagai sektor industri lainnya di wilayah Sumatra Utara untuk lebih peduli terhadap ekosistem perairan.